KEDATANGAN BUNG HATTA di SIAK

Dalam lawatan perjalanannya bersama rombongan wapres sudah tertuju dalam satu wacana secara khusus akan berfokus pada masalah pendidikan di daerah yang dikunjungi. dan juga dengan masalah pembangunan ekonomi, yang dapat diambil secara langsung dengan mengambil tindakan atau tindakan tertentu. Dengan melakukan perubahan, yang bisa dipecahkan bersama.
Drs. Hatta meninggalkan Jakarta di Pakist Baru pada tanggal 9 April 1953 menuju Sumatera Tengah, di mana dia sekaligus melihat-lihat instalasi Caltex. Setelah itu Dia berangkat keesokan harinya ke Bengkalis dan dari sana ke Tembilahan dengan kapal lalu ke Indragiri Dia kemudian mengunjungi Kabupaten Rengat dan dari sana melakukan perjalanan ke Tarempah, ibu kota Kepulauan Anambas yang terletak di sebelah timur Malaka. Dia kemudian mengunjungi Tandjung Pinang di kepulauan Riouw dan akhirnya melakukan perjalanan ke Padang oleh Catalina, di mana daerah Tandjung Üban, Sambu dan Minas, tempat Caltex beroperasi telah diperhitungkan, serta wilayah subur Pasir Pengaraian. Rokan hulu dimana almarhum Supeno Menteri Pemuda ingin mendirikan Tugu Pemuda dan di mana pemerintah Sumatera Tengah mempertimbangkan pembukaannya.

PENDIDIKAN
Sultan Syarif Kasim, yang lebih awal melakukan perjalanan ke Jakarta dari Wakil Presiden yang bertolak ke Padang, menyatakan dalam sebuah wawancara dengan Aneta bahwa Pak Hatta berkali-kali menekankan pidatonya bahwa kaum muda harus mempertimbangkannya dalam renungannya tentang masa depan. Jangan menyimpan kebutuhan untuk membangun Indonesia. Negara kita membutuhkan para ahli, ahli, teknisi, Wakil Presiden berulang kali mengatakannya, baik di rapat umum maupun dalam pertemuan tertutup. Dia mengatakan bahwa di daerah yang sekarang dikunjungi, perlu di bangun sekolah untuk pendidikan terutama sekolah teknik, serta sekolah perikanan,dan sekolah kerajinan diperlukan. Tentu saja, wakil presiden mengenali kebutuhan akan SMP dan MS. mengapa seperti begitu, karena banyak yang ditanyai di tempat-tempat yang dikunjungi, perlu di anjurkan pada orang tua untuk memberi anjuran pada anak-anak,
Dalam banyak kasus,s Sultan berpendapat menurut nya, tindakan langsung dapat diambil berkaitan dengan pelatihan kejuruan dengan menyertainya. Misalnya, di Tandjung Pinang kursus akan dibuka dalam waktu dekat bidang perikanan,cara memancing di laut secara kooperatif. Selain itu, layanan penangkapan ikan laut memutuskan untuk menempatkan empat kapal megah – kapal nelayan bermotor modern – di Bengkalis dan Tandjung Pinang, sehingga memungkinkan untuk mempraktekkan perusahaan perikanan laut modern secara kooperatif, dimana penduduk juga akan diberi tahu tentang sifat dan metode kerja.nanti koperasi Pemerintah akan memberikan pinjaman Meluas ke organisasi dan koperasi di bidang perikanan laut di daerah ini dan juga membantu dalam mencari pasar untuk produksi. Pembentukan sebuah sekolah untuk pelayaran, sekolah memancing dan sekolah kerajinan untuk pembangun kapal, yang akan dibangun di pusat kelompok Riou, juga dipertimbangkan.

KEMBALI KESULTANAN KAMI
Sementara Di Siak dan Bengkalis, penduduk membawa spanduk ke rapat umum, meminta kembalinya pemerintahan sendiri, untuk pendirian kembali Kesultanan Siak dan Bengkalis. Di Bengkalis, poster seperti itu ditandatangani oleh PNI dan Masyumi. Orang-orang di kantor bertanya-tanya sejauh mana keinginan ini akan sesuai dengan pandangan badan-badan pemerintahan utama, kata Sultan.

Sumber
Koran HET NIEUWSBLAD
terbitan 30 April 1953